1 Paragraf Narasi Paragraf n arasi ialah jenis paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa, sedangkan paragraf narasi runtut cerita adalah paragraf yang pola
Untukmembuat ringkasan yang baik, kita perlu membaca buku atau karangan asli dengan cermat. Sedangkan pada segi non-fisik dilihat dari isi buku atau jalan cerita yaitu menarik atau tidaknya suatu cerita. Bahasa yang dipakai oleh penulis juga dapat menjadi faktor penilaian suatu buku. Apakah bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh
Iniadalah hal-hal yang Anda butuhkan supaya apa yang Anda jelaskan bisa lebih mudah dimengerti oleh orang lain: 1. Empati ā Mengerti Posisi Audiens. Tingkat pemahaman tiap audiens berbeda-beda. Menjelaskan suatu hal yang kompleks dan rumit kepada audiens yang masih awam / pemula hanya akan membuat mereka termangu-mangu.
Sinopsisadalah ringkasan yang ditulis berdasarkan pemahaman penulis terhadap isi novel. Berikut adalah cara-cara menulis resensi buku dengan urutan yang benar. 1. Pilih buku yang akan diresensi. Meraih suatu harapan itu butuh perjuangan. So, dalam perjuangan cinta kamu harus bisa mempertahankan kenyamanan. Baca juga:
Ada3 unsur dalam membuat berita. Judul. Judul harus menceritakan intisari berita dalam bahasa yang ringkas dan padat. Dan dalam penulisan kepala berita hendaknya tetap mengindahkan tata bahasa Indonesia yang baku. Teras berita (lead) yang dimaksud dengan teras berita atau leads adalah pembuka atau pengantar berita yang berisi intisari dari
Perhatikanlangkah-langkah penyimpulan teks berita berikut!1) Membuat ringkasan berita.2) Mencatat unsur-unsur pokok berita.3) Membuat simpulan berita.4) Membaca/menyimak berita dengan saksama. Urutan yang tepat langkah-langkah penyimpulan teks berita tersebut adalah? 27 March 2022 Pendidikan
. Daftar isiPengertian RingkasanCiri-Ciri RingkasanTujuan RingkasanManfaat RingkasanCara Membuat RingkasanContoh RingkasanSetiap buku atau karangan yang panjang biasanya memiliki ringkasan yang terletak di halaman terakhir materi. Ringkasan ini dapat digunakan untuk memahami dan mengetahui isi buku secara lebih adalah suatu karangan atau peristiwa yang disajikan secara singkat dengan cara memotong karangan panjang tersebut menjadi karangan yang lebih pendek. Selain itu, menurut Keraf ringkasan adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalam bentuk RingkasanRingkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli. Adapun ciri-ciri ringkasan adalah sebagai berikut Menggunakan kalimat pendek yang dapat mewakili karangan panjang sudut pandang, isi dan susunan yang sesuai dengan karangan kembali isi buku dengan mengambil intisari atau ide-ide pokoknya menjadi bentuk yang lebih padat dan urutan ide-ide pokok sehingga ringkasan dapat mewakili karangan RingkasanSuatu ringkasan yang dibuat tentu memiliki tujuan, tujuan ringkasan adalah sebagai berikut Untuk membantu seseorang dalam memahami dan mengetahui isi sebuah karangan atau mempersingkat sebuah karangan yang membantu seseorang agar dapat membaca buku dalam waktu RingkasanSuatu ringkasan tentu memiliki manfaat bagi pembacanya. Manfaat ringkasan adalah sebagai berikut Waktu yang digunakan dalam membaca akan jauh lebih singkat atau lebih menggambarkan isi sebuah karangan atau buku sehingga membuat seseorang yang membaca rangkuman tersebut seperti orang yang telah memahami seluruh isi seseorang untuk mengingat dan memahami isi sebuah karangan atau membantu seseorang memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat karena ringkasan berisikan ide-ide pokok yang mewakili seluruh isi karangan atau Membuat RingkasanRingkasan dapat dibuat oleh pembaca buku atau penulis buku. Oleh karena itu, ketahuilah cara membuat ringkasan yang baik dan benar seperti di bawah ini Membaca isi sebuah buku atau karangan asli terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena dapat membantu anda untuk memahami isi dan topik yang dibahas oleh pengarang pada buku atau karangan gagasan utama atau gagasan pokok yang tersirat dalam setiap paragraf dengan harus memperdalam dan mempertegas topik yang dibahas. Tujuan pencatatan ini adalah untuk mengetahui hal-hal yang dicatat itu penting atau tidak penting dan catatan ini juga menjadi dasar untuk menulis isi sebuah buku atau karangan asli terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena dapat membantu anda untuk memahami isi dan topik yang dibahas oleh pengarang pada buku atau karangan ringkasan atau menyusun kembali suatu isi sebuah buku atau karangan menjadi lebih singkat tetapi tetap berdasarkan pada catatan gagasan beberapa ketentuan tambahan dalam meringkas. Memperhatikan ketentuan tambahan dalam meringkas dapat membantu anda membuat ringkasan menjadi lebih baik. Berikut adalah ketentuan tambahan Ringkasan sebaiknya disusun dengan menggunakan kalimat memungkinkan semua kalimat menjadi frasa dan ubahlah gagasan yang panjang menjadi gagasan pokok atau gagasan memungkinkan hilangkan semua kata keterangan atau kata sifat yang gagasan asli dan urutan yang sesuai dengan isi sebuah buku atau karangan panjang ringkasan yang telah dibuat agar sesuai dengan tujuan ringkasan. Salah satu tujuan ringkasan adalah untuk mempersingkat sebuah karangan yang RingkasanUntuk dapat lebih memahami ringkasan maka berikut ini adalah contoh ringkasan yang dimulai dari cerita yang panjang kemudian diubah menjadi ringkasan Cerita yang panjang Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang bernama Malin Kundang. Malin ini merupakan anak semata wayang yang hanya tinggal dengan ibunya. Keluarga Malin tergolong sebagai keluarga miskin. Namun ibunya tetap berjuang keras untuk menghidupi Malin sudah bertumbuh dewasa, Malin ingin menghasilkan banyak uang untuk ibunya. Sehingga Malin memutuskan untuk merantau dengan menumpang kapal saudagar. Tetapi pada saat perjalanan tersebut kapal yang ditumpanginya tersebut, ternyata mengalami musibah dan Malin pun terdampar di sebuah Malin memulai hidup baru dengan bekerja giat hingga menjadi sukses. Ketika sukses Malin pun menikahi wanita setelah Bertahun-tahun Malin tidak kunjung pulang kerumah ibunya, Hingga suatu hari ibu Malin mendapat kabar dari salah satu anak temannya yang merantau ke kota seberang bahwa Malin telah istri Malin pun akhirnya hamil dan ingin berlibur ke pantai seberang dan Malin pun menuruti permintaan istrinya yang sedang hamil tersebut. Di dalam perjalanan Malin merasa malu jika harus mengenalkan ibunya kepada saat Malin tiba di sebuah pulau tempat ibunya tinggal. Malin bertemu ibunya, tetapi Malin tidak mau mengakui ibunya dan memilih untuk bersikap sombong. Ibunya Malin pun sakit hati lalu menyumpahi dan berdoa kepada tuhan agar Malin Kundang dikutuk menjadi sebuah batu. Tak lama langit bergemuruh dan Malin berubah menjadi ringkasan dari cerita diatas adalah Suatu hari ada seorang anak laki-laki yang bernama Malin Kundang. Malin ini merupakan anak semata wayang yang tinggal hanya dengan ibunya. Keluarga Malin tergolong sebagai keluarga miskin. Sehingga ketika dewasa Malin memutuskan untuk merantau dengan menumpang kapal pada perjalanan tersebut kapal yang ditumpanginya tersebut, ternyata mengalami musibah dan Malin pun terdampar di sebuah pulau. Kemudian Malin memulai hidup baru dengan bekerja giat hingga menjadi sukses. Ketika sukses Malin pun menikahi wanita cantik, setelah itu istrinya pun hamil dan menginginkan untuk pergi ke pulau pun menuruti permintaan istrinya dan pergi berlayar. Saat Malin tiba di sebuah pulau tempat ibunya tinggal. Malin bertemu ibunya, tetapi Malin tidak mau mengakui ibunya dan memilih untuk bersikap Malin pun sakit hati lalu menyumpahi dan berdoa kepada tuhan agar Malin Kundang dikutuk menjadi sebuah batu. Tak lama langit bergemuruh dan Malin berubah menjadi batu.
Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia31 Januari 2022 0516Halo, Mudrikah A. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru, ya. Kakak bantu jawab, ya. Jawaban yang tepat adalah A. Berikut ini pembahasan untuk menjawab soal tersebut. Ringkasan adalah suatu bentuk penyajian karangan atau tulisan secara ringkas, padat, dan menyeluruh. Sementara itu, meringkas adalah kegiatan membuat penyajian karangan secara ringkas, padat, dan menyeluruh. Langkah-langkah membuat ringkasan, yaitu sebagai berikut. 1. Membaca dan memahami sumber bacaan. Pahamilah isi bacaan dan beri tanda penting setiap pembahasan yang penting serta keterkaitan antara judul bab dan sub judul. 2. Mencatat gagasan utama. Setelah membaca, tulislah bagian bacaan penting yang sudah dipahami dan berpedoman pada judul serta daftar isi pada buku. 3. Menulis/menyusun ringkasan. Penulisan ringkasan harus sesuai dengan naskah asli dan diurutkan sesuai paragraf berdasarkan gagasan utama atau pokok. Kalimat yang ditulis adalah kalimat baru tetapi tidak boleh menyelipkan pendapat pribadi. Kalimat asli yang boleh ditulis harus berdasarkan tulisan penulis naskah. Buatlah tulisan yang ringkas dan mudah dipahami. 4. Mengevaluasi ringkasan. Setelah membuat ringkasan, periksa kembali dengan membaca naskah asli. Hal ini untuk menghindari jika ada kesalahan dari naskah asli. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa menyusun ringkasan tidak hanya sekadar mencatat gagasan utama pada setiap paragraf saja. Setelah pencatatan gagasan utama setiap paragraf selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah "merangkai gagasan utama menjadi kalimat padu yang disusun oleh penulis ringkasan." Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. Semoga dapat membantu, ya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apakah kamu masih bingung bagaimana cara membuat abstrak? Yap, kamu mungkin masih kesulitan buat abstrak di karya ilmiah karena terlalu singkat. Simak cara membuat abstrak yang bagus dalam karya ilmiah berikut iniCara Membuat AbstrakAbstrak adalah ringkasan singkat dari suatu tulisan atau penelitian yang berisi gambaran umum tentang topik, tujuan, metodologi, temuan, dan kesimpulan utama dari karya tersebut. Abstrak biasanya menjadi bagian penting dari karya ilmiah, seperti artikel jurnal, tesis, atau disertasi, dan berfungsi untuk memberikan gambaran singkat kepada pembaca tentang isi dan nilai penting karya tersebut tanpa harus membaca keseluruhan tulisan. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat abstrak sesuai kaidah karya ilmiah1. Identifikasi TujuanTentukan tujuan dari abstrak yang akan kamu buat. Apakah kamu ingin memberikan gambaran umum tentang topik, menyoroti metodologi penelitian, atau menekankan temuan utama?2. Baca Keseluruhan KaryaSebelum membuat abstrak, baca dengan seksama keseluruhan tulisan atau penelitian yang akan diabstraksi. Pastikan kamu memahami topik, metodologi, temuan, dan kesimpulan yang Tentukan Panjang AbstrakAbstrak biasanya memiliki batasan panjang tertentu, seperti 150-250 kata. Periksa pedoman atau aturan yang berlaku untuk abstrak yang kamu Tulis Pernyataan Masalah atau Tujuan Penelitian Mulailah abstrak dengan merumuskan pernyataan masalah atau tujuan penelitian yang menjadi fokus utama tulisan. Jelaskan mengapa topik yang kamu pilih itu penting dan Jelaskan MetodologiBerikan gambaran singkat tentang metode yang digunakan dalam penelitian. Sertakan pendekatan atau teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis Soroti Temuan UtamaIdentifikasi temuan utama dari penelitian atau tulisan tersebut. Jelaskan hasil yang paling signifikan atau relevan dengan jelas dan Sajikan Kesimpulan 1 2 3 Lihat Bahasa Selengkapnya
Assalam muāalaikum warahmatullahi wabarakatuh Berhubung UKM yang saya ikuti di kampus adalah Studi Kajian Riset Mahasiswa SKEMA, yang mana kegiatan yang paling vital dalam UKM ini adalah melakukan observasi dan penelitian. Namun, sebelum memasuki ke jenjang itu, diharuskan untuk memahami dulu tentang ringkasan resume dan esai. Dan alhamdulillah dengan usaha terus-menerus akhirnya diri ini mampu untuk membuat ringkasan dari sebuah jurnal. PENGERTIAN RESUME Resume atau Ringkasan adalah suatu cara yang ekfektif untuk menyajikan karangan yang panjang dalam sajian yang singkat. Sebuah ringkasan bermula dari karangan sumber yang panjang, yang kemudian dipangkas dengan mengambil hal-hal atau bagian yang pokok dengan membuang perincian serta ilustrasi. Sebuah ringkasan tetap mempertahankan pikiran pengarang serta pendekatannya yang asli. Jadi ringkasan merupakan keterampilan memproduksi hasil karya yang sudah ada dalam bentuk yang singkat. PERBEDAAN RESUME, RANGKUMAN DAN IKHTISAR Rangkuman artinya kegiatan menyusun gagasan pokok atau intisari suatu karangan atau buku menjadi bentuk yang pendek. Suatu rangkuman tidak boleh mengubah ide pokok gagasan pokok teks aslinya. Ikhtisar pada dasarnya sama dengan ringkasan resume dilihat dari tujuannya, keduanya mengambil bentuk kecil dari karangan panjang. Perbedaannya ikhtisar tidak mempertahankan urutan gagasan yang membangun karangan itu, terserah pada pembuat ikhtisar. Untuk mengambil ikhtisar bebas mengambil kata-kata asal tetap menunjukan inti dari bacaan tersebut. LANGKAH-LANGKAH MENULIS RESUME Membaca Teks Atau Naskah Yang Asli Kalau sudah menyukai membaca, maka tidak akan ada kendala besar dalam membuat ringkasan resume karena membaca teks/naskah asli dalam proses pembuatan resume ini tidak cukup hanya sekali. Membaca naskah asli harus berulang kali sampai kita memahami keseluruhan isi dan memahami maksud si penulis. Belum lagi jika naskah aslinya memiliki istilah-istilah yang sukar dipahami, maka itu perlu juga digarisbawahi kata yang sulit dimengerti dan mencari tahu apa maknanya agar menambah pemahaman kita. Membaca naskah aslinya juga harus sampai tuntas agar kita mendapatkan gambaran umum dan memahami sudut pandang dari si penulis. Menentukan dan Mencatat Gagasan Utama Setelah memahami maksud dari si penulis, kemudian kita harus mampu menemukan pokok-pokok tulisan. Baca kembali dan lebih dimengerti lagi paragraf demi paragrafnya, bagian demi bagiannya, untuk selanjutnya dikonkritkan dalam bentuk poin-poin penting yang disebut gagasan utama. Gagasan utama adalah pikiran utama yang terdapat dalam tulisan. Gagasan utama sama saja dengan ide pokok. Jika yang mau dibuat resume adalah sebuah jurnal, maka kita tidak harus mencatat semua gagasan utama di setiap paragraf jurnal aslinya. Kenapa? Tidak semua paragraf yang ada dijurnal memiliki gagasan utama karena di dalam jurnal banyak terdapat kutipan-kutipan seseorang dan information-data sedangkan gagasan utama itu sendiri berasal dari kalimat utama yang merupakan pemikiran murni dari si penulis bukan berupa opini, kutipan ataupun data. Meski begitu, setidaknya dari beberapa paragraf ada kalimat-kalimat yang mewakili pokok dari tulisan atau sebagai gagasan utamanya. Tentukan gagasan utama yang esensial agar nantinya saat kita menulis resume tidak melebar dan tidak terlalu panjang. Kemudian setelah gagasan-gagasan utama telah kita catat semua, gagasan-gagasan itu harus disusun teratur atau sesuai dengan urutan isi jurnal. Lihat bagian daftar isi untuk memastikan urutan isi jurnal yang benar. Mulai Menulis Ringkasan Resume Pergunakanlah gambaran umum tentang keseluruhan isi jurnal/naskah yang telah terbayang diotak kita dan hasil pencatatan gagasan utama tadi untuk dibuat resume. Ingat, urutan paragraf untuk pembuatan resume harus sesuai dengan naskah aslinya. Kalau di jurnal biasanya banyak sub babnya, kita gak perlu ikutin jurnal untuk membuat poin-poin sub bab juga karena resume merupakan ringkasan singkat jadi buatlah resumedalam bentuk paragraf demi paragraf saja. Tapi memang ada juga yang cara pembuatan resume jurnal dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibuat namun saya lebih memilih dalam bentuk kalimat paragraf perparagraf agar terlihat lebih berkesinambungan ketika dibaca. Kemudian kalimat-kalimat dalam resume yang kita buat adalah kalimat-kalimat baru yang sekaligus menggambarkan kembali isi dari naskah aslinya. Tetapi kita tidak boleh menyelipkan pendapat pribadi kita di dalam resume apalagi jika pendapat tersebut berlawanan dengan isi jurnal asli, haram hukumnya. Pembuat resume hanya boleh menulis yang sesuai dengan jalan pemikiran si penulis asli. Jika gagasan-gagasan kita masih terasa rancu, silakan liat naskah aslinya lagi. Sebisa mungkin untuk tidak menggunakan kalimat asli penulisnya karena kalimat asli penulisnya hanya boleh digunakan bila kalimat itu dianggap penting merupakan kaidah, kesimpulan, ataupun perumusan padat. Dan tidak perlu pakai bahasa tingkat dewa bahasa yang sulit dimengerti dalam membuat resume agar resume kita bisa dibaca oleh siapa saja tanpa memandang status pendidikan. Kalau kita menggunakan terlalu banyak istilah asing, terkesan berlebihan dan seolah hanya orang-orang yang mengenyam pendidikan tinggi saja yang paham. Akan lebih baik jika tulisan kita bisa diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, jadi gunakan bahasa yang mudah dicernah oleh siapapun. Dan saat kita sedang membuat resume, hindari juga kutipan. Kutipan yang berada pada jurnal adalah kutipan milik si penulis jurnal karena si penulis membuat jurnal atas dasar melakukan penelitian dengan menggunakan teori dari orang yang dikutipnya. Kita sebagai pembuat resume tidak berhak untuk mengutip lagi apa yang telah dikutipkan oleh si penulis asli karena kita tidak melakukan penelitian sungguhan, kita hanya meringkas dari jurnal miliknya. Dalam pembuatan resume gak perlu membuat kalimat yang bertele-tele dan gak perlu berpanjang lebar menjelaskan karena penjelasan secara mendetail sudah ada di dalam naskah asli. Jadi buatlah tulisan ringkasan yang padat tapi mewakili keseluruhan isi. Membaca Kembali Ringkasan Resume Yang Telah Dibuat Setelah selesai membuat resume, baca kembali resume kita untuk memeriksa apakah ada kesalahan penulisan atau tidak. Resume juga perlu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan ejaan dan tanda baca yang tepat. Kemudian periksa kembali apakah resume buatan kita bersesuaian dengan naskah asli atau tidak. Dibawah ini merupakan contohresume yang saya buat berdasarkan pada sebuah jurnal ā DOWNLOAD JURNAL PDF RESUME IMPLEMENTASI MODEL COOPERATIVE LEARNING BERBANTUAN KOMPUTER DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN MATEMATIKA I PADA MAHASISWA PGSD Trimurti Jurnal Kependidikan November 2009 Universitas Negeri Semarang Ketika proses pembelajaran sedang berlangsung, seringkali banyak mahasiswa yang enggan untuk bertanya kepada dosen saat ia merasa kurang memahami materi yang sedang dipelajari sehinggaa suasana kelas menjadi pasif. Strategi pengajar dosen untuk membangun keaktifan mahasiswa adalah dengan melibatkan mahasiswa ke dalam diskusi. Akan tetapi strategi ini masih belum bisa terealisasikan secara sempurna dikarenakan hanya beberapa mahasiswa yang menonjol saja yang berani mengemukakan pendapat saat diskusi berlangsung, sedangkan sebagian besar mahasiswa yang lain hanya mampu terdiam menyimak. Suasana kelas perlu dirancang agar seluruh mahasiswa mampu berinteraksi satu sama lain untuk menyelesaikan tugas maupun memecahkan masalah yang diberikan oleh pengajar dosen. Cooperative Learning merupakan strategi pembelajaran yang berhasil dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil yang heterogen untuk mencapai hasil yang maksimal dengan menerapkan lima unsur pokok yaitu saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Dalam modelCooperative Learning perlu adanya penggunaan teknologi berupa komputer agar mahasiswa terampil dalam memanfaatkan media komputer dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, hasil belajar tidak hanya meliputi penguasaan materi, tetapi juga keterampilan berproses mahasiswa. Hasil belajar diperoleh dengan cara mengunakan tes tertulis, tes lisan, tes perbuatan atau observasi serta tugas kelompok dan individu. Dari hasil analisis, sebanyak 56% mahasiswa masuk dalam kategori terampil, 22% cukup terampil, 19% sangat terampil dan hanya 3% saja yang tidak terampil dalam pemanfaatan media komputer. Maka hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh keterampilan berproses dalam penerapan modelCooperative Learning berbantu komputer terhadap hasil belajar mahasiswa adalah cukup besar. Dimana keterampilan berproses ini dinilai dari cara presentasi dan hasil tugas kelompok mahasiswa. Belajar akan efektif jika situasi kondusif terwujud saat berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu berupa interaksi positif antara dosen dan mahasiswa ataupun antar mahasiswa di dalam kelas. Dalam kondisi yang kondusif ini, mahasiswa menjadi tertantang untuk bertanya, mengerjakan tugas, mengungkapkan pendapat/ide, serta menanggapi sesuatu karena mahasiswa merasa nyaman dan tidak takut untuk melakukan suatu kesalahan di dalam proses belajar. Berdasarkan uji banding antara dua model pembelajaranpun didapatkan kesimpulan bahwa model Cooperative Learning lebih efektif dibanding model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. ModelCooperative Learning mampu menciptakan kondisi yang kondusif dalam proses pembelajaran mahasiswa. Dengan model Cooperative Learning, mahasiswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk belajar dan bertanggung jawab akan keberhasilan belajar semua anggota kelompok. Ada 3 manfaat yang akan didapatkan mahasiswa pada penggunaan modelCooperative Learning ini, yaitu; penghargaan terhadap kelompok yang berhasil, tanggung jawab masing-masing anggota kelompok serta kesamaan kesempatan untuk berhasil. NB Pada bagian kepala resume biasakan untuk mencantumkan nama penulis jurnal, tahun terbit jurnal, judul jurnal, dan lokasi terbit jurnalnya ya! Agar tidak merepotkan pembaca dalam mencari tulisan jurnal aslinya. Sekian ya penjelasan singkat mengenai cara membuat ringkasan resume dari saya. Semoga kalian bisa memahami tulisan ini dengan baik. Jika masih ada yang kurang dimengerti bisa bertanya dikolom komentar, mudah-mudahan saya bisa membantu ^^ Akhir kata, wassalam muāalaikum warahmatullahi wabarakatuh credit to my own blog syr92
urutan yang benar membuat ringkasan suatu cerita adalah